Bisnis.com, MAKASSAR - Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua hingga 25 Agustus 2025 tercatat telah tersalurkan sebesar Rp20,6 triliun, tersebar ke 352.936 debitur. Angka tersebut setara 12% dari total penyaluran KUR nasional.
Kendati demikian, penyebaran KUR di wilayah timur belum merata, masih dominan terdistribusi ke warga Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan cakupan sekitar 50% dari total KUR di Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Wakil Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengatakan selama ini Sulsel menjadi barometer pengembangan UMKM di kawasan timur dengan pertumbuhan usaha yang cukup agresif.
Akselerasi usaha yang fokus pada potensi daerah, utamanya pertanian, membuat pembiayaan usaha rakyat ini masih terkonsentrasi di wilayah tersebut.
Oleh sebab itu dia mengingatkan daerah lain untuk fokus mengembangkan potensi daerahnya juga. Misal pada sektor pertanian, perikanan, hingga industri pengolahan agar penyebaran KUR bisa lebih merata.
"Selama ini sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan menjadi kekuatan ekonomi di kawasan timur. Maka dari itu pemerintah daerah mesti membantu mengarahkan KUR ini sesuai potensi daerah," papar Helvi saat menyambangi Makassar, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga
Lebih lanjut, dia memberi catatan, bahwa penyaluran KUR di sektor produksi masih perlu ditingkatkan di wilayah timur ini. Pasalnya baru empat bank saja yang mampu mencapai target 60% penyaluran ke sektor produksi. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar tercatat menjadi penyaluran KUR terbesar dengan total mencapai Rp296,03 miliar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman mengatakan selama ini KUR menjadi strategi pihaknya dalam meningkatkan akses pembiayaan UMKM dan koperasi melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.
Pemerintah Sulsel mengambil langkah strategis dengan target penyaluran besar di sektor unggulan, terutama pertanian dan perikanan, serta memperkuat peran bank daerah seperti Bank Sulselbar.
Selain itu sosialisasi, pendampingan, hingga digitalisasi UMKM terus dilakukan. Bahkan pihaknya telah memfasilitasi 2.344 UMKM dengan sertifikasi halal gratis, serta dukungan dalam kemasan, merek, dan akses hukum.
"Peran KUR terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat produk lokal,” tutur Jufri.